Month: November 2021

Daftar Budaya Jawa yang Lestari Hingga Saat ini

Budaya Jawa

Budaya Jawa merupakan nilai-nilai dan adat istiadat yang di turunkan antargenerasi. Nilai tersebut sangat sesuai dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat khususnya untuk mereka yang berada di wilayah dengan mayoritas masyarakat Jawa. Lokasi tersebut antara lain berada di provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Budaya baik harus dijaga dan dimodifikasi sedemikian rupa tanpa mengubah makna yang terdapat di dalamnya seperti yang dilakukan oleh bijak Jawa. 

Adat istiadat yang berjalan beriringan sesuai dengan era modern yang terjadi saat ini menjadi suatu identitas tersendiri yang harus dijaga sampai kapanpun. Berikut merupakan daftar kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Jawa pada umumnya yang masih terjaga kebudayaannya hingga saat ini.

Slametan

Selamatan lahir dari percampuran budaya ketika Islam datang di pulau Jawa dan dibawa oleh para wali. Tujuan utama selamatan adalah untuk mendoakan arwah leluhur. Budaya tersebut lahir karena sebagian besar masyarakat Jawa dulunya memeluk agama Hindu yang biasa memberi canang kepada leluhur. Sedangkan dalam Islam saat chat-an ada keluarga yang telah meninggal akan sangat baik untuk rajin didoakan. 

Dan upacara selamatan ada agar Islam mudah diterima oleh masyarakat waktu itu. Namun canang yang biasa diberikan diganti dengan makanan yang disediakan untuk masyarakat yang hadir pada saat itu sehingga memiliki nilai spiritual dan kemanusiaan di dalamnya nya.

Pernikahan adat Jawa

Jawa dikenal sebagai suku yang memiliki adat istiadat yang unik dengan makna mendalam. Salah satu adat istiadat tersebut yang masih dijaga sampai sekarang adalah adat istiadat pernikahan orang Jawa. Mana ada aturan rangkaian kegiatan untuk pengantin dan keluarganya yang harus diikuti. Mulai dari proses lamaran yang berlangsung, hingga acara acara pernikahan mulai dari ijab qobul, siraman, midodareni, dan sebagainya, dan diakhiri dengan acara penyerahan pengantin wanita ke rumah suaminya.

Bahasa Jawa

Meski sama-sama suku Jawa wilayah yang berbeda memiliki perbedaan karakteristik bahasa. Secara umum bahasa Jawa dibagi menjadi 3 yaitu kromo, alus, dan ngoko. Uniknya bahasa Jawa merupakan bahasa yang yang paling banyak digunakan setelah bahasa Indonesia di Indonesia.

Bakar masyarakat Jawa yang telah tinggal di Suriname juga masih menggunakan bahasa Jawa kasar atau Jawa ngoko. Sedangkan bahasa Jawa yang yang paling halus dan sopan digunakan di Keraton baik itu Keraton Jogja maupun Keraton solo. Digunakan pada saat berbicara dengan sultan atau mereka yang memimpin Keraton. Bahasa Jawa mengajarkan pentingnya bersikap sopan kepada orang yang lebih tua dari usia kita sebagai bentuk rasa hormat.

 Batik

Meski batik tidak hanya dimiliki oleh masyarakat Jawa, namun batik yang berasal dari sebagian wilayah suku Jawa memiliki ciri khas tersendiri. Ada yang lebih mengedepankan unsur tumbuhan hewan atau tokoh pewayangan dalam cerita Jawa.  Bagan batik sudah diakui resmi oleh UNESCO sebagai karya sastra dari Indonesia.

Wayang

Bentuk pola dari wa yang sendiri terlihat cukup estetik dan itu menggambarkan masyarakat Jawa yang suka akan keindahan. Setiap tokoh dan cerita dalam wayang memberikan pesan moral kepada penikmatnya melalui sebuah cerita. Pada zaman penyebaran agama Islam wayang digunakan sebagai salah satu alat untuk dakwah. Sehingga cerita dalam wayang mirip dengan Ramayana maupun Mahabharata, namun lebih sesuai dengan kebudayaan masyarakat Jawa kala itu. Karakter wayang dijalankan oleh seorang dalang dalam pergelaran.

Selain mahal diatas banyak kebudayaan Jawa yang masih ada saat ini tidak disebutkan pada artikel ini. Seperti kebudayaan ketika masyarakat Jawa hamil hingga anak tersebut lahir hingga budaya ya ketika ada seorang dari masyarakat Jawa yang meninggal. Budaya Jawa tersebut dapat berjalan beriringan dan tidak bertentangan dengan era globalisasi yang terjadi pada saat ini.

Dan kesenian elegan dan modern tersebut juga digambarkan secara virtual melalui karya dari bijak Jawa yang merupakan pembuat oleh-oleh dari Yogyakarta. Produk yang dihasilkan mereka cukup bervariasi mulai dari kaos, masker, tambler, dan oleh-oleh lainnya dengan menggunakan gambaran budaya Jawa namun tetap terlihat elegan dan modern saat digunakan.

Share Button