Dermawan Dalam Ilmu, Ina Rachman Bagikan Tips Menghindari Investasi Bodong

ina rachman qnet

Apa jawaban Anda ketika diajak berinvestasi? Apalagi jika ditawarkan hasil yang menggiurkan dengan jangka waktu cepat dan juga upaya yang minim? Jika Anda cerdas, pasti akan menanyakan lebih dulu bagaimana skema investasi tersebut dan menurut pengacara yang tertarik pada network marketing yakni Ibu Ina Rachman, hal ini sangat perlu diperhatikan.

ina rachman qnet

Mengenal Sosok Ibu Ina Rachman

Ina Rachman adalah sosok perempuan yang lahir di Singapura, 21 Januari 1976. Perempuan yang selalu dermawan dalam memberikan ilmu, terutama seputar network marketing ini merupakan lulusan dari Universitas Indonesia. Tidak heran jika sosok Ina Rachman banyak dipercaya klien dan telah menduduki jabatan di Ina Rachman & Mulyaharja Associates serta sebagai lawyer APLI.

ina rachman qnet

Ibu Ina Rachman sendiri sebelumnya tidak berkecimpung dalam dunia network marketing, namun karena tertarik dan juga keinginan untuk memberantas money game, nama Ina Rachman terus melonjak sehingga dikenal sebagai pengacara spesialis network marketing yang juga tergabung dalam APLI atau Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia.

ina rachman qnet

Ibu Ina Rachman sendiri mengakui bahwa upaya pemberantasan money game, investasi bodong, hingga penipuan berkedok MLM banyak mengalami tantangan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkannya membasmi pertumbuhan usaha yang merugikan masyarakat di Indonesia. Terlebih lagi upayanya tersebut telah mendapat dukungan dari OJK dan lembaga pemerintah.

ina rachman tersangka qnet

Bagaimana Mengenali Investasi Bodong atau Penipuan Berkedok Investasi

Ibu Ina Rachman sendiri sangat dermawan membagikan ilmunya tentang network marketing yang sudah dipelajarinya selama bertahaun-tahun. Menurutnya, ada perbedaan yang besar antara perusahaan investasi yang benar dan perusahaan investasi yang beresiko atau bahkan hanya sekedar kedok saja. Menurutnya hal tersebut bisa dilihat dari business plan dan bagaimana perusahaannya bekerja.

ina rachman tersangka qnet

Menurutnya, perusahaan investasi yang benar memiliki business plan yang berfokus pada penjualan produk. Hasil dari penjualan produk tersebutlah yang nantinya menjadi bonus untuk para anggotanya. Upaya ini jelas lebih stabil dan juga lebih terpercaya ketimbang business plan yang ditawarkan oleh perusahaan yang hanya berkedok investasi.

 

Perusahaan investasi bodong mengandalkan bonus yang diterima untuk anggotanya berdasarkan perkembangan jaringan tanpa business plan yang jelas. Iming-iming yang ditawarkan jelas lebih besar dan bertujuan untuk cepat mendapatkan jaringan atau anggota baru sehingga mereka akan mendapatkan dana segar yang digunakan sebagai bonus.

 

Hal tersebut jelas takkan bertahan lama, jika tidak ada pertambahan jaringan maka tidak akan ada keuntungan yang didapatkan dan tidak akan ada bonus yang diberikan. Di lain sisi, dana yang dikumpulkan tidak diinvestasikan pada bisnis yang real atau nyata, melainkan hanya berputar diantara para anggotanya tanpa ada penambahan atau keuntungan sehingga bisnisnya sudah pasti akan bangkrut.

 

Dari kolapsnya perusahaan terebut kemudian masyarakat mengalami kerugian karena dana yang diinvestasikan hilang dan tidak ada jaminan untuk dana yang hilang tersebut. Inilah yang sedang diperangi oleh Ibu Ina Rachman bersama dengan APLI dan juga OJK dengan memberikan edukasi dan pencegahan di tengah-tengah masyarakat.

 

Bagaimana Ina Rachman dan APLI Memberantas Money Game dan Investasi Bodong

Money game dalam investasi bodong atau bahkan MLM palsu dapat dicegah pertumbuhannya dengan adanya laporan dan juga observasi kepada perusahaan tersebut. Pencegahan ini sudah lama dilakukan oleh APLI dengan memberikan surat ijin pada perusahaan MLM yang tergabung di dalamnya sehingga menjamin legalitas perusahaan tersebut.

 

Sedangkan cara lain untuk memberantas keberadaan perusahaan berkedok investasi, maka perlu dilakukan observasi secara mendalam sehingga akan mendapatkan sebuah bukti yang kuat untuk membawa kasusnya ke pihak berwenang dan pengadilan. Oleh karena itulah perlu adanya peran dari seseorang yang ahli seperti Ibu Ina Rachman, masyarakat dan juga pemerintah.

 

Tak hanya itu saja, sikap dermawannya dalam memberikan edukasi kepada masyarkaat terkait bisnis network marketing telah mencegah pertumbuhan serta penyebaran keberadaan penipuan berkedok investasi. Masyarakat selalu diintruksikan untuk berhati-hari dalam ajakan berinvestasi. Apalagi bila investasi tersebut hanya mengandalkan sebuah network atau jaringan tanpa adanya produk, maka kita patut curiga.

Share Button